Senin, 17 Agustus 2009

Honda Vario CBS Techno : Menjawab Keinginan Pasar


Konsumen dan pecinta Honda di Tanah Air kini kembali dibuat bangga. Ya, karena PT Astra Honda Motor (AHM), resmi melaunching produk terbaru mereka pada, Kamis, 23 Juli lalu. Yaitu, Honda Combi Brake System (CBS) Techno.

Sejauh mana keunggulan yang dibawa Vario yang bakal akrab disebut Vario CBS atau Vario Techno ini? Nah, itu yang bakal dicari tahu bersama. Tapi maaf! Untuk kali ini, hanya sebatas first impression aja ya, Bro!.2687vario-cbs-axl-2.jpg

Begitunya Em-Plus siap memaparkan segala kelebihan yang diusung produk baru dari tiga varian yang diluncurkan secara bersamaan dengan Vario (bodi lama) dan BeAT ini. Mulai yuk!

Secara desain, banyak ubahan diusung Vario Techno atau akrab disebut Honda Click di Thailand ini. Desain serba tajam. Dari bodi sendiri, sangat mengusung kesan futuristik.

2688vario-cbs-axl-3.jpgKondisi ini tercermin dari garis-garis bodi yang ditawarkan. Mulai dari sepatbor depan hingga belakang, semua mempunyai garis tajam. Konsep ini, sangat kental dengan tema sporty.

Begitunya meski terlihat sporty dan canggih, desain yang ditawarkan juga sangat elegan. Ya, padahal, keduanya bisa dikatakan bertolak belakang lho. Dengan konsep elegan ini, Vario CBS lebih bisa dikatagorikan skubek kelas premium di Tanah Air.

"Kami harap dengan adanya model terbaru ini, bisa menjawab kebutuhan pasar Indonesia," ungkap Miki Yamamoto, Presiden Direktur, PT AHM. Namanya juga harapan ya pak. So dengan katagori premium ini, enggak salah kalau Vario Techno dilepas dengan banderol Rp 15,5 juta.2689vario-cbs-axl-4.jpg

Dengan harga segitu, tentu saja enggak cuma desain yang ditawarkan. Tapi, juga fitur- lainnya. Terutama Combi Brake System (CBS). "Teknologi ini bisa memberikan pengereman optimal bagi pengendara dan juga lingkungan," tambah Miki yang fasih berbahasa Indonesia ini.

Nah, soal CBS seperti yang disebutkan Em-Plus di beberapa waktu lalu. Ya, soal teknologi atau cara kerja CBS. "Ketika menekan tuas rem belakang, pengereman combi brake baru akan bekerja," ujar Tetsukun Kin, dari HRS Thailand yang jadi person in charge (PIC) terhadap pengembangan Vario Techno ini.

Penulis/Foto : Eka/Herry Axl
Read More → Honda Vario CBS Techno : Menjawab Keinginan Pasar

Adik Baru V-ixion

Adik Baru V-ixion

2747hal19_motorbaru_belo1.jpgKabar Yamaha bakal meluncurkan jagoan baru jenis motor sport akhirnya terkuak tim MOTOR Plus. Maklum, selama ini baru laporan aja yang sampai ke awak redaksi, kalau motor Yamaha itu sedang dalam proses uji coba di jalan.

Akhirnya sosok motor sport Yamaha berdapur pacu 153 cc ini terlihat langsung saat awak redaksi melakukan turing luar kota. Kebetulan motor baru Yamaha ini juga sedang dalam proses uji coba.2749hal19_motorbaru_belo3.jpg

Melihat tampilannya secara detail, besutan ini sama persis dengan tipe Yamaha FZ16 yang diluncurkan September 2008 lalu oleh Yamaha Motor Pvt. Ltd. India. Dari modelnya motor dilengkapi spidometer digital ini tergolong jenis muscle sport touring.

2748hal19_motorbaru_belo2.jpgDesain lekukan pada bodi dan sasis menandakan motor ini tampil berotot. Sedangkan tampilan lampu depan dibiarkan telanjang tanpa ditutup fairing. Ditambah desain knalpot ala moge yang mempertegas motor sport macho.

Kabarnya kehadiran motor yang dilengkapi karburator vakum ini bakal segera mengisi line-up motor sport Yamaha di kelas low end di bawah Yamaha V-ixion. Bocorannya juga, motor pejantan ini bakal diluncurkan setelah Lebaran nanti dengan harga jual tentu saja di bawah V-ixion juga. Wah boleh tuh...!

Penulis/Foto : Tim MOTOR Plus

Read More → Adik Baru V-ixion

Honda BeAT Mirip Lambretta


Soal kreativitas di modifikasi, Indonesia enggak ada habisnya, apalagi untuk jenis skutik, seperti Honda BeAT karya dari Bandung, Jawa Barat. Modelnya ala skuter, bahkan hampir menyerupai Lambretta dari Italia. "Dipadu dengan gaya skuter Eropa, tapi enggak jiplak persis karena sudah banyak beda," ungkap Wildan El Salman, sang builder sekaligus pemilik motor.

Nuansa Eropa yang kental tampak pada bodi fiber yang desainnya lebih besar dari standar BeAT. "Untuk menyesuaikan bodi besar tadi, posisi sumbu roda belakang tetap dibuat mundur sejauh 20," bilang Wildan. Sementara itu, rangka standar, lanjutnya, tidak diutak-utik. Hanya dilakukan pembuatan breket baru untuk melekatkan bodi.

Kemudian, bodi dibikin lekukan pada bagian tertentu untuk mengesankan aerodinamis dan ada unsur balapnya. Kesan sporty dipertegas dengan pemakaian material karbon—bukan carbon look, tetapi asli—di sejumlah tempat, seperti tutup jok belakang, sepatbor depan, dan rumah lampu depan.

Uniknya, dek yang terbuat dari bahan aluminium setebal 3 mm dirancang dengan motif hair line atau garis-garis, seperti umumnya yang terpasang pada pedal gas, kopling, dan rem di mobil balap. Itu pun tak cuma bagian datar, tetapi juga pada bagian bawah tameng dalam.

Tampilan BeAT jadi manis berkat permainan warna two tones. "Meski model bodi modern, untuk urusan kelir sedikit retro. Ini terinspirasi mobil balap lawas yang umumnya dua warna," tutup sarjana Desain Produk dari STSI Bandung ini. (Nurfil)
Info: otomotif.kompas.com
Read More → Honda BeAT Mirip Lambretta

Senin, 13 Juli 2009

:. YAMAHA V-IXION 2007 (DEPOK)-Telanjang Lagi

2508hal2_vixion_endro1.jpgYamaha V-ixion dari pabriknya memang didesain telanjang dada. Upsch...! Maksudnya motor batangan ini tergolong tipe naked, makanya tidak dilengkapi fairing. “Tapi mesin terlalu kecil jadi kelihatan kedodoran,” ucap Aldi Wirya, pemilik V-ixion yang mesiasati kekurangan motornya dengan pasang fairing baru.

Ide ini langsung disambut Wardoyo, builder G2C. “Paling pas pakai model fairing milik Yamaha R125. 2509hal2_vixion_endro2.jpgSangat klop kalau dikawinkan sama bodi V-ixion, tidak terlalu besar,” ujar modifikator mangkal di kawasan Gandul, Cinere, Jakarta Selatan ini.

Kalau sudah pasang fairing yang menutupi seluruh bagian motor, jadi kuda besi kelihatan gagah. Makanya bengkel G2C yang spesialis bikin bodi pelat besi langsung merangkai. “Cuma untuk lampu depan aku pakai punya Honda Vario yang pemasangannya disiasati supaya mirip aslinya,” buka Aldi yang tinggal dikawasan Cinere juga.

2510hal2_vixion_endro3.jpg"Cari lampu aslinya sulit, Paling mendekati desain lampu depan Vario. Pasangnya juga nggak repot. Cuma tinggal bikin dudukan baru," jelas Wardoyo yang memang asli wong Jowo itu.

Karena spidometer masih mengandalkan bawaan pabrik, biar sip nempel di areal dasboard. Tentu dengan pemasangan yang harus disesuaikan. “Saya pasang pada dudukan fairing, agar lebih apik sekelilingnya ditutup pelat,” lanjut Wardoyo yang asli ketok pelat itu.2511hal2_vixion_endro4.jpg

Untuk mendukung bodi yang berubah gambot, kaki-kaki pastinya wajib dibikin kekar. Meskipun masih mengandalkan suspensi depan bawaan pabrik namun pemilihan pelek dan ban ganti berprofil lebar. Inilah ciri sebenarnya Wardoyo, selalu memanfaatkan suspensi standar yang dimaksimalisasi.

Makin sip setelah Wardoyo melakukan ‘operasi’ bedah lengan ayun standar. “Lengan ayun aslinya dilapis lagi dengan pelat meniru desain moge,” jelas pria asal Sragen, Jawa Tengah ini yang berusaha menyiasati agar kaki belakang terlihat makin kekar.

2512hal2_vixion(boks)_endro5.jpgPemilihan kelir warna dasar tetap berpatokan seperti yang tertera di BPKB yaitu hitam. "Tapi untuk striping, aku samakan dengan desain striping Yamaha R125," terang Aldi yang mengandalkan cutting sticker.

Terakhir, lantaran bodi sudah berubah alhasil footstep standar wajib diganti. Biar aroma tungganan sport sejati makin kental sandaran kaki depan mengandalkan footstep Honda CBR. "Kalau belakang aku pilih pakai Yamaha Jupiter MX yang modelnya keren punya itu," celotehnya lagi.

Nah, setelah pasang fairing gede yang dibuat dari pelat bikin bobot bertambah. Biar tarikan motor lebih responsip dapur pacu wajib dibenahi. Lantaran ogah repot sama sistem injeksi, Aldi hanya mengandalkan saluran buang alias knalpot racing. Pilihannya jatuh ke produk variasi Yoshimura.

BUNTUT TETAP MANIS

Sayang Aldi masih belum terima bila sasis belakang V-ixionnya dipotong. Ini dibutuhkan agar dudukan bodi menyerupai Yamaha R125. “Aku masih sayang karena motor hadiah ultah dari bokap,” buka pelajar salah satu SMU swasta ini. Makanya Wardoyo putar dan peras otak agar bodi belakang standar tetap oke meski masih pakai asli. “Hanya sepatbor pakai desain Yamaha R6 dipadu dengan lampu belakang variasi.”.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 110/70/17
Ban belakang : Swallow 130/70/17
Footstep depan : CBR150
Footstep depan : Jupiter MX
Lampu belakang : Variasi
Kaliper Belakang : Yamaha Vixion
G2C : (021) 4642-7753

Penulis/Foto : Belo/Endro

Info: motorplus-online.com

Read More → :. YAMAHA V-IXION 2007 (DEPOK)-Telanjang Lagi

Cagiva VS Aprilia

2501hal7_gl-100_yudi1.jpgBeberapa waktu lalu, kota Magetan lagi sering disebut dalam berita sehubungan dengan jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di wilayah ini. Turut berduka buat para korban. Taunya, di daerah ini ada juga builder dengan karya fenomenal yang juga layak buat menjadi sumber berita nasional. Silakan intip pada Honda GL100 yang sudah berumur lebih dari 20 tahun ini.

Wah, motor ini saja yang baru 20 tahun sudah ganti tampang. Apalagi Hercules yang jatuh itu, harusnya sudah pensiun juga. Kan umurnya sudah 29 tahun.

Abdul Aziz sang builder dari rumah modifikasi A1 Modified memang tertantang membuat motor tua menjadi layaknya motor gede alias moge Eropa. Bentuk depan dapat ilham setelah melihat Cagiva V-Raptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari 2502hal7_gl-100_yudi2.jpgmodel semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu ke tangki," kata Aziz yang pilih seluruh material modif dari pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Aziz juga cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan ini. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang merupakan cabutan dari Honda Supra X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran maka akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," ceritanya.

Sport di depan maka di belakang lebih dahsyat lagi. Konon builder yang memelihara jambang ini meniru Aprilia RSV4 yang menjadi tunggangan Max Biaggi di arena WSBK. "Memang sport abizz karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah ini. Karena konsep sport tadil maka untuk jok dirasa pas dengan rancangan single seater. “Kalau dobel kesannya jadi kurang balap," cuapnya lagi.

2503hal7_gl-100_yudi3.jpgSadar dengan penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. "Karena itul maka seluruh rangka saya ganti. Selain juga karena ingin mengejar tampilan. Penggantian ini dengan pipa tubular yang cukup besar," tambah pria bertubuh sedang ini. Seluruh rangka baru tadi menggunakan pipa diameter 1 inci.

Bisa dikatakan seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi. Kaki-kaki mulai dari swing-arm hinga upside down. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain.

"Kebetulan saya sering membuat upside down. Dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," lanjut pria murah senyum ini.

Dalam membuat suspensi depan ini memang masih menggunakan beberapa komponen standar. Sok aslinya dibubut dan dilanjut pakai sambungan baru. "Kemudian saya custom pakai sistem drat,. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya.

Sedang bagian luar sok dibungkus pelat lagi supaya tampak lebih kekar. Sayang masih menyisakan beberapa ruang kosong di bagian kolong sehingga motor tampak kurang kekar.

DATA MODIFIKASI

Pelek : Bembi
Ban depan : Delitire 110/70-17
Ban belakang : Delitire 130/70-17
Sok depan : Custom
Sok belakang : Satria 120R
Swing arm : Custom
Disc brake : PSM
Lampu depan : Honda Supra X 125
Setang : Custom
Modifikator : A1 Modified 0812-3408-435

Penulis/Foto : Nurfil/Yudi

Info: motorplus-online.com

Read More → Cagiva VS Aprilia

Minggu, 12 Juli 2009

Sayang Kepala Sayang Segalanya

Pernah ada kajian mengenai penggunaan helm. Hasilnya, lebih dari 95 persen pengendara sudah menggunakan pelindung kepala itu. Syukur, deh! Namun ada tapinya. Kalau diteliti lebih lanjut, banyak yang menggunakan helm tapi aplikasinya tidak tepat. Misalnya, pemasangan yang tidak pas, helm tidak diklik alias dikunci. Malah ada yang digantung atau dipegang karena tidak ada Mr. Police. Berikut foto yang bicara

LEBIH SAYANG HELM

2343safety-helmet_endro1.jpgMbak yang jadi boncenger ini lebih sayang helm ketimbang kepalanya. Mungkin takut, kalau terus digunakan helm ini bakal rusak.

Padahal, kalau melihat pengendara di depannya top banget. Pakai helm dengan sempurna. Diklik alias dikunci.

Terlebih lagi pengendaranya juga menggunakan jaket dan sarung tangan. Lain kali, si abang mengingatkan boncengernya agar lebih patuh menggunakan peranti safety tentang itu.
2344safety-helmet_endro2.jpg

KEGERAHAN


Menggunakan helm fullface memang punya kendala sendiri. Ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman. Paling sering merasa gerah.

Seperti nampak di foto ini. Entah karena abis kena macet yang bikin panas, pengendara ini tidak pas mengenakan pelindung ndase. Posisi helm tidak sempurna masuk ke dalam kepala.

Duh! Andai lagi sial dan gedubrak, niscaya helm ini tidak maksimal melindungi batok kepala pengendara..

Sayang kan!

SANG RAPPER

2345safety-helmet_endro3.jpgGaya rapper dengan jaket bertutup kepala memang keren. Itu kalau dipakai ke mal atau nonton konser musik. Bisa juga sewaktu lagi kena panas jalan kaki atau nonton balap.

Kalau naik motor, gaya yang keren itu pakai perlengkapan safety seperti helm, sarung tangan, jaket dan sepatu yang sesuai kaidah safety riding. Ayo, walau nyemplak dalam jarak dekat, berkendara dipastikan bakal lebih keren dengan jaket dan helm.

Percaya deh!
2346safety-helmet_endro4.jpg

TANPA KLIK


Coba perhatikan, apa yang salah dari penggunaan helm pengendara ini? Betul! Doi tidak mengkunci alias ngeklik helm.

Kepolisian nggak pernah bosan mengingatkan lewat beberapa spanduk di jalan raya: Jangan Lupa Klik Helm Anda’.

Tujuannya jelas. Yakni, sebagai langkah preventif, jika jatuh helm masih tetap berada di posisinya dan juga melindungi dengan maksimal.

NEKAD!

2347safety-helmet_endro5.jpgBikers ini tergolong nekad. Beberapa pasal dilanggar ketiganya sekaligus. Hebat, ya! Makanya, kasih tepok tangan dulu!

Pertama, motor dipakai untuk boncengan dua tiga orang. Ketiganya juga tidak menggunakan pelindung kepala saat berkendara di jalan raya. Ada satu helm, tapi dibiarkan nyantol di ujung jok.

Ayo, gunakan peranti keselamatan. Masa depan ente dipastikan jauh lebih bagus kalau pakai helm.

Penulis/Foto : Tim MOTOR Plus/Endro
Info: Motorplus-Online.com
Read More → Sayang Kepala Sayang Segalanya

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

About Me

Foto saya
Festival motor mekanik: Nanang Hary Wawan Sarwanto Anang Nur Henry Festival Motor merupakan Bengekel AHASS Resmi, dan beroperasi di perum 2, karawaci, Tangerang. Terpilih sebagai bengkel teramai se-kabupaten Tangerang.

Followers