Tampilkan postingan dengan label pengumuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengumuman. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2009

:. Honda Vario 2006 (Sumedang)

2944hal5_miobdg_boyo1.jpgModifikasi skubek low rider sudah bisa ditebak. Buat molorin sumbu roda, modifikator pasang undur-undur sebagai pengganti dudukan mesin standar. Namun yang dibuat Deden Darmawan dari rumah Modifikasi JK Custom berbeda. “Konsep skubek low rider tanpa mengubah struktur rangka asli,” ujar modifikator dari Jl. Geusan Ulun, No. 17, Sumedang. Nah lho gimana manjanginnya atuh!2945hal5_miobdg_boyo2.jpg

Ini bisa dilihat pada Honda Vario garapan JK Custom. Struktur dudukan mesin masih asli bawaan pabrik enggak berubah sama sekali. “Cuma untuk buat dudukan roda biar melar dibikin besi penopang tambahan seperti lengan ayun,” ujarnya.

Desain lengan ini dudukannya memanfaatkan braket yang ada di areal mesin. “Lengan ayun sengaja dibuat model single biar kelihatan lebih sip,” ujar Deden yang pasang monosok dengan memanfaatkan dudukan lengan ayun tadi.

2946hal5_miobdg_boyo3.jpgSedang buat transfer tenaga, harus mengakali lagi. Jadi dari as roda belakang Vario dipasang gir yang dihubungkan dengan rantai ke gir roda belakang baru. Untuk rantainya sengaja dibuat model dengan dua buah gir yang posisinya sejajar.

Deden memang kreatif dan jeli dalam proses modifikasi Vario ini. Bisa dilihat dari penempatan sistem pengereman belakang yang sudah diubah cakram. Posisinya dibuat nempel dengan gir depan. “Biar simpel sekaligus memanfaatkan ruang yang kosong,” jelasnya.
2947hal5_miobdg_boyo4.jpg
Sedang untuk kedua rodanya mengandalkan pelek custom yang lingkar peleknya diambil dari roda mobil. Cuma biar tampilan makin menarik, doi tidak lagi mengandalkan jari-jari. “Bagian tengah pelek didesain sendiri pakai pelat besi tebal jadi palang lima,” ujarnya.

Untuk roda belakang mengandalkan lebar pelek 5,5 inci, sedang pelek depan cukup 4 inci. “Roda belakang sengaja dibuat ekstrem dengan pasang ban mobil,” jelas Deden yang mengandalkan ban Vredestein 175/65x14.

Khusus ubahan bodi, hampir seluruh baju Vario standar hilang. Sebagai gantinya dipilih desain baru model membulat minim lekukan. "Cuma areal dek saja yang masih asli," ujar Deden yang dari namanya sudah bisa ditebak asalnya dari mana. He..he... Becanda, Bro!

Sedang setang menyesuaikan bentuk bodi. Desain sengaja dibuat telanjang. Biar sip model batang kemudi dibentuk U bar yang kemudian diselipkan lampu depan pada bagian tengah.

DATA MODIFIKASI

Sok depan : LHK
Sokbelakang : MX
Arm : JK Custom
Bodi : Fiberglass
Knalpot : Supertrap

Penulis/Foto : Belo/Boyo Motorplus-online.com

Read More → :. Honda Vario 2006 (Sumedang)

Senin, 13 Juli 2009

:. YAMAHA V-IXION 2007 (DEPOK)-Telanjang Lagi

2508hal2_vixion_endro1.jpgYamaha V-ixion dari pabriknya memang didesain telanjang dada. Upsch...! Maksudnya motor batangan ini tergolong tipe naked, makanya tidak dilengkapi fairing. “Tapi mesin terlalu kecil jadi kelihatan kedodoran,” ucap Aldi Wirya, pemilik V-ixion yang mesiasati kekurangan motornya dengan pasang fairing baru.

Ide ini langsung disambut Wardoyo, builder G2C. “Paling pas pakai model fairing milik Yamaha R125. 2509hal2_vixion_endro2.jpgSangat klop kalau dikawinkan sama bodi V-ixion, tidak terlalu besar,” ujar modifikator mangkal di kawasan Gandul, Cinere, Jakarta Selatan ini.

Kalau sudah pasang fairing yang menutupi seluruh bagian motor, jadi kuda besi kelihatan gagah. Makanya bengkel G2C yang spesialis bikin bodi pelat besi langsung merangkai. “Cuma untuk lampu depan aku pakai punya Honda Vario yang pemasangannya disiasati supaya mirip aslinya,” buka Aldi yang tinggal dikawasan Cinere juga.

2510hal2_vixion_endro3.jpg"Cari lampu aslinya sulit, Paling mendekati desain lampu depan Vario. Pasangnya juga nggak repot. Cuma tinggal bikin dudukan baru," jelas Wardoyo yang memang asli wong Jowo itu.

Karena spidometer masih mengandalkan bawaan pabrik, biar sip nempel di areal dasboard. Tentu dengan pemasangan yang harus disesuaikan. “Saya pasang pada dudukan fairing, agar lebih apik sekelilingnya ditutup pelat,” lanjut Wardoyo yang asli ketok pelat itu.2511hal2_vixion_endro4.jpg

Untuk mendukung bodi yang berubah gambot, kaki-kaki pastinya wajib dibikin kekar. Meskipun masih mengandalkan suspensi depan bawaan pabrik namun pemilihan pelek dan ban ganti berprofil lebar. Inilah ciri sebenarnya Wardoyo, selalu memanfaatkan suspensi standar yang dimaksimalisasi.

Makin sip setelah Wardoyo melakukan ‘operasi’ bedah lengan ayun standar. “Lengan ayun aslinya dilapis lagi dengan pelat meniru desain moge,” jelas pria asal Sragen, Jawa Tengah ini yang berusaha menyiasati agar kaki belakang terlihat makin kekar.

2512hal2_vixion(boks)_endro5.jpgPemilihan kelir warna dasar tetap berpatokan seperti yang tertera di BPKB yaitu hitam. "Tapi untuk striping, aku samakan dengan desain striping Yamaha R125," terang Aldi yang mengandalkan cutting sticker.

Terakhir, lantaran bodi sudah berubah alhasil footstep standar wajib diganti. Biar aroma tungganan sport sejati makin kental sandaran kaki depan mengandalkan footstep Honda CBR. "Kalau belakang aku pilih pakai Yamaha Jupiter MX yang modelnya keren punya itu," celotehnya lagi.

Nah, setelah pasang fairing gede yang dibuat dari pelat bikin bobot bertambah. Biar tarikan motor lebih responsip dapur pacu wajib dibenahi. Lantaran ogah repot sama sistem injeksi, Aldi hanya mengandalkan saluran buang alias knalpot racing. Pilihannya jatuh ke produk variasi Yoshimura.

BUNTUT TETAP MANIS

Sayang Aldi masih belum terima bila sasis belakang V-ixionnya dipotong. Ini dibutuhkan agar dudukan bodi menyerupai Yamaha R125. “Aku masih sayang karena motor hadiah ultah dari bokap,” buka pelajar salah satu SMU swasta ini. Makanya Wardoyo putar dan peras otak agar bodi belakang standar tetap oke meski masih pakai asli. “Hanya sepatbor pakai desain Yamaha R6 dipadu dengan lampu belakang variasi.”.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 110/70/17
Ban belakang : Swallow 130/70/17
Footstep depan : CBR150
Footstep depan : Jupiter MX
Lampu belakang : Variasi
Kaliper Belakang : Yamaha Vixion
G2C : (021) 4642-7753

Penulis/Foto : Belo/Endro

Info: motorplus-online.com

Read More → :. YAMAHA V-IXION 2007 (DEPOK)-Telanjang Lagi

Cagiva VS Aprilia

2501hal7_gl-100_yudi1.jpgBeberapa waktu lalu, kota Magetan lagi sering disebut dalam berita sehubungan dengan jatuhnya pesawat Hercules TNI AU di wilayah ini. Turut berduka buat para korban. Taunya, di daerah ini ada juga builder dengan karya fenomenal yang juga layak buat menjadi sumber berita nasional. Silakan intip pada Honda GL100 yang sudah berumur lebih dari 20 tahun ini.

Wah, motor ini saja yang baru 20 tahun sudah ganti tampang. Apalagi Hercules yang jatuh itu, harusnya sudah pensiun juga. Kan umurnya sudah 29 tahun.

Abdul Aziz sang builder dari rumah modifikasi A1 Modified memang tertantang membuat motor tua menjadi layaknya motor gede alias moge Eropa. Bentuk depan dapat ilham setelah melihat Cagiva V-Raptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari 2502hal7_gl-100_yudi2.jpgmodel semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu ke tangki," kata Aziz yang pilih seluruh material modif dari pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Aziz juga cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan ini. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang merupakan cabutan dari Honda Supra X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran maka akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," ceritanya.

Sport di depan maka di belakang lebih dahsyat lagi. Konon builder yang memelihara jambang ini meniru Aprilia RSV4 yang menjadi tunggangan Max Biaggi di arena WSBK. "Memang sport abizz karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah ini. Karena konsep sport tadil maka untuk jok dirasa pas dengan rancangan single seater. “Kalau dobel kesannya jadi kurang balap," cuapnya lagi.

2503hal7_gl-100_yudi3.jpgSadar dengan penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. "Karena itul maka seluruh rangka saya ganti. Selain juga karena ingin mengejar tampilan. Penggantian ini dengan pipa tubular yang cukup besar," tambah pria bertubuh sedang ini. Seluruh rangka baru tadi menggunakan pipa diameter 1 inci.

Bisa dikatakan seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi. Kaki-kaki mulai dari swing-arm hinga upside down. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain.

"Kebetulan saya sering membuat upside down. Dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," lanjut pria murah senyum ini.

Dalam membuat suspensi depan ini memang masih menggunakan beberapa komponen standar. Sok aslinya dibubut dan dilanjut pakai sambungan baru. "Kemudian saya custom pakai sistem drat,. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya.

Sedang bagian luar sok dibungkus pelat lagi supaya tampak lebih kekar. Sayang masih menyisakan beberapa ruang kosong di bagian kolong sehingga motor tampak kurang kekar.

DATA MODIFIKASI

Pelek : Bembi
Ban depan : Delitire 110/70-17
Ban belakang : Delitire 130/70-17
Sok depan : Custom
Sok belakang : Satria 120R
Swing arm : Custom
Disc brake : PSM
Lampu depan : Honda Supra X 125
Setang : Custom
Modifikator : A1 Modified 0812-3408-435

Penulis/Foto : Nurfil/Yudi

Info: motorplus-online.com

Read More → Cagiva VS Aprilia

Minggu, 12 Juli 2009

Sayang Kepala Sayang Segalanya

Pernah ada kajian mengenai penggunaan helm. Hasilnya, lebih dari 95 persen pengendara sudah menggunakan pelindung kepala itu. Syukur, deh! Namun ada tapinya. Kalau diteliti lebih lanjut, banyak yang menggunakan helm tapi aplikasinya tidak tepat. Misalnya, pemasangan yang tidak pas, helm tidak diklik alias dikunci. Malah ada yang digantung atau dipegang karena tidak ada Mr. Police. Berikut foto yang bicara

LEBIH SAYANG HELM

2343safety-helmet_endro1.jpgMbak yang jadi boncenger ini lebih sayang helm ketimbang kepalanya. Mungkin takut, kalau terus digunakan helm ini bakal rusak.

Padahal, kalau melihat pengendara di depannya top banget. Pakai helm dengan sempurna. Diklik alias dikunci.

Terlebih lagi pengendaranya juga menggunakan jaket dan sarung tangan. Lain kali, si abang mengingatkan boncengernya agar lebih patuh menggunakan peranti safety tentang itu.
2344safety-helmet_endro2.jpg

KEGERAHAN


Menggunakan helm fullface memang punya kendala sendiri. Ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman. Paling sering merasa gerah.

Seperti nampak di foto ini. Entah karena abis kena macet yang bikin panas, pengendara ini tidak pas mengenakan pelindung ndase. Posisi helm tidak sempurna masuk ke dalam kepala.

Duh! Andai lagi sial dan gedubrak, niscaya helm ini tidak maksimal melindungi batok kepala pengendara..

Sayang kan!

SANG RAPPER

2345safety-helmet_endro3.jpgGaya rapper dengan jaket bertutup kepala memang keren. Itu kalau dipakai ke mal atau nonton konser musik. Bisa juga sewaktu lagi kena panas jalan kaki atau nonton balap.

Kalau naik motor, gaya yang keren itu pakai perlengkapan safety seperti helm, sarung tangan, jaket dan sepatu yang sesuai kaidah safety riding. Ayo, walau nyemplak dalam jarak dekat, berkendara dipastikan bakal lebih keren dengan jaket dan helm.

Percaya deh!
2346safety-helmet_endro4.jpg

TANPA KLIK


Coba perhatikan, apa yang salah dari penggunaan helm pengendara ini? Betul! Doi tidak mengkunci alias ngeklik helm.

Kepolisian nggak pernah bosan mengingatkan lewat beberapa spanduk di jalan raya: Jangan Lupa Klik Helm Anda’.

Tujuannya jelas. Yakni, sebagai langkah preventif, jika jatuh helm masih tetap berada di posisinya dan juga melindungi dengan maksimal.

NEKAD!

2347safety-helmet_endro5.jpgBikers ini tergolong nekad. Beberapa pasal dilanggar ketiganya sekaligus. Hebat, ya! Makanya, kasih tepok tangan dulu!

Pertama, motor dipakai untuk boncengan dua tiga orang. Ketiganya juga tidak menggunakan pelindung kepala saat berkendara di jalan raya. Ada satu helm, tapi dibiarkan nyantol di ujung jok.

Ayo, gunakan peranti keselamatan. Masa depan ente dipastikan jauh lebih bagus kalau pakai helm.

Penulis/Foto : Tim MOTOR Plus/Endro
Info: Motorplus-Online.com
Read More → Sayang Kepala Sayang Segalanya

Syarat Bikin SIM

2538sertifikasi-gt-1.jpgMutlaknya pengetahuan safety riding bagi pengendara, agar meningkatkan keselamatan di jalan raya, sewajarnya jadi tanggung jawa b bersama bukan hanya andalkan kesadaran pengendara. Instansi terkait sebagai pengatur regulasi, pabrikan sebagai produsen motor juga mustinya ikut andil..

Meski belum ada regulasi yang mengatur pengendara harus punya sertifikat safety riding, tetapi hal itu bisa terus diupayakan semua pihak. Tentu bukan hanya sebatas pelatihan dan kampanye safety riding. Tetapi dalam bentuk yang lebih mengikat dan mengena secara langsung.

Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang disahkan 26 Mei 2009 lalu memuat mengenai pasal soal proses pembuatan SIM. Bab VIII mengenai Pengemudi, Paragraf I tentang Persyaratan Pengemudi, Pasal 77 (3) dijelaskan untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi, calon pengemudi harus memiliki kompetensi yang didapat melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri.2539sertifikasi-yulius-aslan-dv.jpg

Sebelum mendapatkan SIM pengemudi wajib dites kemampuan dan keahliannya. “Tapi bukan dalam bentuk sertifikat. Memiliki kompetensi yang didapat dari pelatihan safety riding jauh lebih baik. Ini demi keselamatan si pengemudi,” jelas Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan.

Ia mengakui tingginya kecelakaan yang terjadi karena kepemilikan SIM tidak disertai dengan kesadaran akan berkendara yang aman dan berkemampuan yang baik dalam berkendara.

Dari tinjauan tanggung jawab produsen dan responsibility, sepatutnya jika ada inisiatif dari pabrikan produsen. “Tanpa ada regulasi, sudah sepatutnya ada responsibility produsen. Toh, itu kan ditujukan buat upaya keselamatan konsumen yang menyerap produknya,” kata Tulus Abadi, Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Dengan adanya pelatihan dasar safety riding, maka hal itu bisa dilihat sebagai langkah positif produsen. “Akan lebih bagus jika didukung dari regulator, misalnya masuk dalam UU Lalu Lintas atau aturan lainnya. Tetapi tanpa dasar regulasi juga tetap bisa dilakukan, sepanjang ada niatan untuk memberi tanggung jawab,” tambahnya.

Apalagi, tingginya angka kecelakaan membuktikan bahwa konsumen tidak hanya cukup bisa naik motor. Tetapi juga harus mengetahui cara yang benar dan aman dalam berkendara. “Nah, jika ditambah
dengan pelatihan dan sertifikat lulus safety riding, maka itu bisa jadi upaya tambahan menekan angka kecelakaan, kan,” tutupnya.

PABRIKAN SETUJU


Jika pemberlakuan sertifikasi safety riding diwajibkan, pihak produsen motor menyatakan siap dan setuju. Julius Aslan, Marketing Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) mengatakan sudah seharusnya berkendara disertai kemampuan berkendara. “Kami sangat setuju dan siap memberikan pelatihan itu,” jelasnya.

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengatakan hal sama. “Mengingat kecelakaan makin tinggi. Kewajiban safety riding, salah satu usaha menekan tingginya kecelakaan,” papar Bambang Asmarabudi, GM Promosi dan Motorsport, PT YMKI.

Honda dan Yamaha, pabrikan yang memiliki sarana penunjang pelatihan safety riding. Namun, Julius maupun Bambang masih mempertanyakan siapa lembaga yang berhak memberikan pelatihan safety riding untuk pembuatan SIM. Kalau melihat pasal 78 (1) menyatakan Pendidikan dan pelatihan mengemudi diselenggarakan oleh lembaga yang mendapat izin dan terakreditasi dari Pemerintah. Maka, sangat mungkin Honda dan Yamaha ikut serta dalam pemberian sertifikasi ini.

Penulis/Foto : Chuenk, Hendra/GT

Info: Motorplus-online.com

Read More → Syarat Bikin SIM

Hummer H2 Limusin Bar Berjalan


First Drive

KOMPAS.com — Jumlah Hummer yang berkeliaran di Jakarta sudah bisa terhitung dengan jari. Mulai dari tipe H2 sampai H3 pun ada. Namun, untuk model limusin seperti Anda lihat, yang identik dengan gaya hidup selebriti Hollywood itu, baru ada satu di Tanah Air ini.

Kesempatan menjajal SUV premium dengan panjang ekstra dari Amerika ini menjadikan pengalaman emas. Mengemudikannya butuh perlakuan khusus, terutama membelok atau saat melakukan manuver parkir karena panjang bodi sampai 200 inci.

Posisi pengemudi sama persis dengan H2 standar. Hanya, karena dimensi sudah molor, sistem pengereman menggunakan cakram berlubang yang dikombinasi dengan kampas rem high performance. Termasuk, kemampuan power steering juga ditingkatkan serta penggunaan ban all-terrain yang mampu menopang SUV berbobot (kini) mendekati 3 ton itu.

Namun, bukan itu yang menjadi kelebihan dari limusin ini. Nilai jualnya terletak pada interior di belakang pengemudi yang didesain khusus untuk entertaiment. Dilengkapi dengan bar dan dipadu desain jok model "L", kabin menjadi tampak mewah.

Kalau disuruh pilih, mengemudi atau duduk manis di ruang car entertaiment, yang terakhir jadi pilihan. Namun, beruntung sekali bisa mengemudikannya, meski dalam jarak pendek. (Risson)
Read More → Hummer H2 Limusin Bar Berjalan

Jumat, 10 Juli 2009

Knalpot Pendongkrak Tenaga Honda Jazz


KOMPAS.com — Buat pemilik All New Honda Jazz yang ingin mendongkrak tenaga, tak perlu harus mengorek mesin. Dengan merogoh kocek sekitar Rp 3 juta, bisa bikin hatchback Anda ini ngacir.

Caranya, cukup mengganti knalpot standarnya dengan punya Kansai yang mendesain khusus down pipe dan tail pipe. Tak cuma itu, termasuk menggusur catalic converter dan diganti dengan tabung free flow yang bermaterial stainless. Selain bobot jadi lebih ringan, juga powerfull karena tenaga dapur pacu naik sampai 15 dk.

Yang berminat bisa kontak Raja Knalpot (PT Kansai Knalpot Indonesia) Jl Pucang Anom Timur No 30, Surabaya, Jatim, Telp (031) 5023945.

Untuk kendaraan yang bukan Jazz, tersedia satu set knalpot bermerek Remus Universal. Bisa buat mobil apa saja, dengan desain yang kekar dan bertenaga. Salah satu pendukungnya, pada tail pipe terdapat dua lubang, dengan bagian atas diberi tulisan Remus.

Untuk mendapatkannya bisa kontak J'P Racing, Jl Panjang (Arteri Kedoya) No 4A, Jakarta Barat, Telp (021) 70717483. (Rahmat, Andy Okta)
Read More → Knalpot Pendongkrak Tenaga Honda Jazz

Roda Belakang Skutik Seret, Nih Biangnya


KOMPAS.com — Pemilik skutik mungkin pernah mengalami hal seperti ini. Ketika, misalnya mencoba pasang standar tengah dan putar roda belakang, terasa berat atau seret sehingga harus dengan tenaga lebih.

Penyebabnya, mur pengunci kampas kopling menempel dengan mangkuk kopling. Jika dipaksakan, putarannya bisa mengakibatkan kedua bagian itu jadi aus. "Harusnya ada clearance antara mur dan mangkuk kopling sehingga mangkuk bisa berputar bebas dan baru bisa mengunci dengan berkembangnya kampas kopling. Bukan baut pengunci," ujar Slamet, instruktur di PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).

Jika mur pengunci tidak kencang, bisa saja mur bergeser ke arah membuka (di posisi ujung mur itu terdapat mangkuk kopling). Kalau menempel keras, dikhawatirkan malah membuat roda jadi macet.

Trouble shooting lainnya menyangkut kampas kopling yang cepat habis akibat besarnya tenaga dari standarnya. Kondisi seperti ini terjadi pada motor yang sudah mengalami bore-up esktrem. Sangat dibutuhkan kampas kopling yang ekstra kuat.

Habisnya kampas kopling beragam. Tak hanya ketebalan yang jadi patokan, tetapi panjangnya dari ukuran standar bisa membuat kinerja kopling tidak sempurna. Tanda-tanda ausnya kampas antara lain selip karena kampas tidak lagi sempurna mengunci mangkuk kopling. Artinya, butuh putaran mesin yang lebih tinggi untuk bisa memutar roda.

Tanda kopling aus, selain selip, laju motor tersendat-sendat layaknya letikan busi di dalam ruang bakar yang dalam kondisi hidup-mati. Kian parah jika kondisi mangkuk kopling sendiri juga sudah peang.

Untuk memperbaikinya, kampas kopling harus diganti satu set terdiri dari tiga buah. Harga satu buahnya sekitar Rp 65.000. Ketika membeli kampas jangan berikut rumahnya lantaran benderolnya cukup mengagetkan. Saat membeli kampas secara ketengan, periksa kondisi per sepatunya, jangan-jangan sudah lemah sehingga sangat gampang terhubung ke roda belakang.

Standar sepatu kopling baru terhubung ke roda belakang pada 2.000 rpm. Kalau per loyo, putaran mesin belum sampai segitu, sepatu kopling sudah terhubung ke roda belakang. Jelasnya, belum sampai 2.000 rpm, roda belakang sudah berputar duluan. Bila Anda mengganti dengan per yang lebih keras, itu bikin roda belakang lebih telat berputar.

Jika ingin roda belakang berputar lebih responsif pada 1.750 rpm, silakan ganti per kopling dengan yang lebih lembut. (Eka)
Read More → Roda Belakang Skutik Seret, Nih Biangnya

Aprilia RS250 Lahir dari Jepang


KOMPAS.com — Dari sisi tampilan, Anda pasti menyebutnya Aprilia RS250 karena ciri kental motor asal Italia itu, seperti model kerangka dan lampu depan, ada di kendaraan tersebut. Tapi, coba lirik sokbreker depannya, baru ngeh kalau basisnya dari motor lain.

Kesempurnaan yang layak diterima Rusdi karena ketelitian dan kesabarannya. Warga Depok itu enggak mau buru-buru memodifikasi motornya. Ia rela menunggu lebih dari satu tahun lantaran mengumpulkan bahan-bahannya. "Enggak mau setengah-setengah, biar hasilnya maksimal dan memuaskan," ujarnya.

Pengumpulan bahan dimulai dari bodi orisinal. Pertama dapat fairing lengkap dengan lampu dan pembungkus tangki yang diburunya selama tiga bulan. Katanya, kurang puas jika dibikin dari pelat atau fiber.

Setelah itu, bagian kaki-kaki. Justru, kompartemen ini diraih tanpa susah payah. Semula, shock depan ingin pakai model upside down dan lengan ayun dari motor sejenis. "Eh, malah datang tawaran satu set rangka Aprilia 250," bangganya. Rencana pakai kerangka asli bawaan motor jadi pupus dan sasis Aprilia RS250 ditempeli mesin. Keuntungannya, mengurangi bobot kendaraan karena terbuat dari aluminium.

Hampir tidak ada rangka asli yang terpakai. Kecuali, down tube yang terletak di bawah sasis utama sebagai pengikat mesin bagian depan. Bagian itu masih dipakai. Namun, karena bahan besi tak bisa disambung dengan aluminium (kerangka), maka down tube dibaut ke bagian bawah rangka komstir Aprilia.

Untuk urusan shock, Rusdi enggak ingin pakai limbah Aprilia. Gantinya, ia memakaikan kaki-kaki limbah moge 400 cc, seperti Suzuki GSX400. Sementara itu, lengan ayun diadopsi dari Honda Fire Blade. Pengubahan bergaya Aprilia RS250 ini, oleh Rusdi, dipercayakan pada Dave Motor Concept.

Anda pasti bingung, apa asli motor ini? Jawabnya, Honda MegaPro 2001. (Belo)
Read More → Aprilia RS250 Lahir dari Jepang

Pahami Arti Kode Pada Ban Mobil


"Pakai ban ukuran berapa?," tanya penjaga toko ban. "15 dan lebar 195," jawab pemilik kendaraan. Hanya dua kode itu, barangkali yang dipahami atau diketahui umumnya pemilik kendaraan. Bahkan, jangan-jangan, angka 195 yang disebut tadi, meski tahu kalau yang dimaksud lebar, tapi tidak tahu yang sisi mananya.

Padahal, di sisi pinggir bagian luar ban tertera angka dan huruf yang semuanya punya arti. Mulai dari tahun produksi, jenis sampai anjuran batas kecepatan maksimum. Di sini, ada tiga unsur yang harus diketahui calon pembeli ban.

1. Ukuran ban
Bila Anda perhatikan, di sisi luar ban tertera kode 205/55R16 95H. Semuanya itu mempunyai penerjemahan sebagai berikut;

A. "205" menunjukkan lebar telapak ban dengan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar angkanya, kian lebar telapaknya.

B."55" menandakan tinggi ban dalam satuan persen dari telapak ban. Gampangnya, tinggi yang dimaksud bisa Anda cermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.

C. "R" menunjukkan konstruksi ban ini radial.

D. "16" merupakan diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 16 inci.

E. "95" mewakili beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 690 kg. Semakin besar, beban maksimumnya bertambah pula. Begitu sebaliknya.

F. "H" melambangkan batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.

2. Usia ban
Seeperti halnya makanan, ban juga mempunyai waktu kadaluarsa. Umumnya, 3 tahun dari tanggal produksi atau menempuh jarak 60.000 km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1608, berarti diproduksi minggu ke-16 tahun 2008.

3. Treadwear Indicator
Tanda ini merupakan ciri fisik yang terletak persis di kedua sisi bunga ban. Diperkuat lagi dengan garis tebal yang membentang di antara kedua tanda yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Jika ketebalan ban terutama pada grove sudah menyentuh garis tersebut, menandakan harus sudah diganti. Bahanya, saat hujan, cepat menimbulkan gejalan aquaplaning (mengambang). (Tim Autobild)


KODE KECEPATAN BAN
kode Kec. maks (km/jam)
P 150
Q 160
R 170
S 180
T 190
H 210
V 240
W 270
Y >300

LOAD CAPACITY
Kode Beban Maksimum (kg)
62 265
63 272
64 280
66 300
68 315
70 335
73 365
75 387
80 - 89 450 - 580
90 - 100 600 - 800
Kompas.com
Read More → Pahami Arti Kode Pada Ban Mobil

Ban Battlax Akan Diproduksi di Indonesia?


JAKARTA, KOMPAS.com — Para biker, bersiaplah untuk bisa membeli ban motor dari Bridgestone. Konon, produsen ban asal Jepang itu berencana akan memproduksi ban Battlax di Indonesia. Setelah ditelisik Kompas.com, tampaknya hal itu tidak dalam waktu dekat ini.

Tony Tanduk, selaku Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian (Depperin), membocorkan informasi ke Kompas.com. Menurutnya, di negara asalnya, Bridgestone telah mengakuisi secara signifikan saham produsen ban motor ternama IRC.

"Mereka mungkin telah mengakuisisi 30 persen lebih, cukup signifikanlah. Nah, ini juga yang membuat produsen ban nasional Gajah Tunggal (PT Gajah Tunggal tbk) ketar-ketir karena selama ini mereka bekerja sama dengan IRC memproduksi ban motor untuk pasar nasional," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7).

Seperti diketahui, Battlax merupakan salah satu produk ban motor yang masih diimpor dari Jepang oleh importir umum. Kondisi ini membuat produk ini memiliki harga jual yang berada jauh di atas rata-rata ban produksi nasional.

Tony melanjutkan, dengan penguasaan saham yang signifikan terhadap IRC, tidak menutup kemungkinan nantinya hal itu bisa mempengaruhi produksi di Indonesia. Atau, jelasnya, mungkin juga mereka akan membangun pabrik ban motor.

"Kemungkinan-kemungkinan itu tetap terbuka, tapi tidak dalam waktu dekat. Sampai sekarang, saya belum mendengar ada rencana investasi pabrik ban motor di Indonesia oleh Bridgestone," ujarnya.
Read More → Ban Battlax Akan Diproduksi di Indonesia?

Kamis, 09 Juli 2009

Pasar Motor 2009 Tembus 5 Juta Unit

JAKARTA, KOMPAS.com- Sama seperti terjadi pada bisnis otomotif, ketika krisis ekonomi datang, pasar diprediksi anjlok sekitar 30 persen. Begitu juga dengan roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan sampai akhir 2009, total market yang dicapai berkurang 30 persen dari realisasi 2008 sebanyak 6,2 juta unit.

Di luar dugaan, setelah berjalan 6 bulan, pasar kendaraan roda dua tampaknya bisa mencapai angka tertinggi sekitar 5 juta unit. Lebih tinggi sekitar 12% dari prediksi di awal tahun ini yang dipatok 4,4 juta oleh AISI.

Hal ini diakui Gunadi Sindhuwinata selaku Ketua Umum AISI bahwa kemerosotan pasar diperkirakan sebesar 19 persen sampai akhir tahun 2009. “Semula kami kira pasar akan terkoreksi 30% jadi 4,4 juta unit, namun nyatanya ada banyak sentimen positif pada semester kedua seperti
pemangkasan bunga kredit,” terangnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/7).

Membaiknya pasar nasional roda dua, di antaranya adanya penurunan suku bunga kredit yang terpaksa dilakukan perusahaan pembiayaan (leasing). Langkah ini diharapkan mampu mengenjot penjualan motor pada semester kedua tahun ini. Kondisi ini, juga dinilai sebagai titik
balik pasar motor dari keterpurukan penjualan pada semester sebelumnya.

Seperti diketahui, perusahaan pembiayaan menurunkan bunga kredit sekitar 1,5-2 persen guna merespons penurunan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen dari 7 persen. Turunnya suku bunga pinjaman perbankan membuat biaya dana perusahaan leasing menurun, sehingga ada ruang untuk memangkas bunga kredit.

Mengacu data resmi AISI yang diterima KOMPAS.com, pasar motor pada Juni 2009 tercatat sebanyak 485.244 unit atau meningkat 6 persen dari Mei (457.650 unit). Secara total, sepanjang Januari hingga Juni 2009 pasar motor nasional telah mencapai 2.546.929 unit.
Read More → Pasar Motor 2009 Tembus 5 Juta Unit

Selasa, 16 Juni 2009

Honda Vario Bisa Joget dari Madiun


KOMPAS.com — Terobosan modifikasi motor 2009 lahir dari Madiun, Jawa Timur. Adalah Donny Dwi Budianto dari 73 Motor sang penggagas. Honda Vario 2007 miliknya bukan dirombak dengan memelarkan sumbu roda alias low rider dengan memakai velg mobil. Skubek Honda itu bisa berjoget alias bodinya naik-turun layaknya seperti yang banyak dilakukan pada modif mobil.

Depan monoshock
Memang, Donny menerapkan konsep MEFRIK alias Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi pada skubek berlambang sayap mengepaknya. Paling menonjol dan bisa dibilang terobosan modif 2009 yakni pemakaian suspensi udara (air-sus) yang membuat bodi bisa naik-turun seperti yang banyak diadopsi dalam modifikasi mobil di Tanah Air.

"Ini seperti tren big matic yang ada di Jepang," bilang Donny. Untuk bisa mengoperasikan air-sus, ia menggunakan kompresor bertekanan 550 psi. Untuk shockbreaker dipakai hidraulik berdiameter 4 cm yang biasa digunakan pada pintu mobil.

Karena funsgi shock hanya untuk naik-turun bodi, maka Donny menambah shock yang ditempatkan di bawah sadel menjorok ke depan dekat tameng. Fungsinya, selain mengatur compress dan rebound, juga untuk menstabilkan bodi. Untuk mengoperasikan air-sus, menggunakan dua tombol yang diletakkan pada stabilizer tengah.

Terobosan lain dari Donny, perhatikan shock depannya. Ia berani mengadopsi monoshock. "Karya sendiri menggunakan pipa dan modelnya seperti di Vespa," paparnya. Supaya kelihatan custom, bagian itu dibungkus fiber dan diberi krom.

Tak cuma itu. Coba tengok lampu-lampunya. Depan pakai mika lampu Honda Airblade dan punya kelebihan, bagian dalam di-custom pakai model proyektor dari lampu mobil. Sementara itu, lampu senja sudah mengaplikasi LED.

Adapun yang belakang hasil kreasi 73 Motor. Bentuknya runcing mengikuti garis buritan dengan lampu serba-LED. Ada lampu sein dan juga rem.

Luar biasa, ide cemerlang Donny. (Candra, Nurfil)



Read More → Honda Vario Bisa Joget dari Madiun

Selasa, 09 Juni 2009

Gold WIng


KOMPAS.com - Umur baru menginjak 13 tahun, tapi siapa sangka "rengeannya" melahirkan suatu terobosan bagi dunia modifikasi di Indonesia, Medan (Sumut) khususnya. Tidak kepalang tanggung, Riandanu - begitu nama sang anak - melibatkan tiga pemodifikator untuk mewujudkan keinginannya itu.

Ketika dibelikan Honda Vario oleh ayahnya, Rian - sapaan karib si anak - langsung terinspirasi dengan Honda Gold Wing dan Harley Davidson. Wuih, dari mana dia lihat dua moge itu. Tak lain kepunyaan ayahnya.

"Mimpi ingin punya skubek yang bergaya low rider seperti tren sekarang, tapi mengarah ke gaya turing," cerita Rian. Lantaran di Tanah Karo (Medan) belum ada pemodifikator yang bisa memenuhi ambisinya, pengerjaan diserahkan kepada Antonius Chandra dari Ton's Chrome di Ciputat Raya, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Anton sendiri sempat bingung diminta bikin low rider tapi buat turing. Ciri khaas roda belakang mundur tetap dilakoni dengan menggeser sekitar 20 cm, namun bodi tetap seperti standar. Hanya sokbreker belakang diganti dengan Yamaha Jupiter MX 135.

Paling mencolok, pemakaian ban. Depan dan belakang sama, yakni 5x14 inci dan model peleknya mendekati moge. Prinsipnya, kata Anton, model monoblok tapi di bagian tengah diberi lubang. Meski diakuinya sedikit susah karena banyak yang dicustom, bukan seperti pelek lebar biasa di skubek.

Untuk mengentalkan gaya turing, dipasang boks, windshield dan mesin. Semua unsur itu dikerjakan oleh Topo Goedhel Atmojo dari tauco Custom (TC) yang dianggapnya rada unik juga.

Sementara pengecetan diserahkan kepada Harry Kodok dari MJM yang menggunakan Spies Hecker. Hasilnya, seperti yang Anda lihat mirip Baby Gold Wing. (Nurfil)
Read More → Gold WIng

Selasa, 26 Mei 2009

Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro


Wardoyo dan Suswanto ini, saudara bukan dan tinggalnya pun berjauhan. Satu di kotif Depok dan satunya lagi di Purwokerto, Jateng. Namun keduanya melakukan kontak batin melalui modifikasi pada motor mereka yang sama-sama Honda. Keduanya mengusung rancangan model bungkuk dan material yang dipakai pun ada yang sama pula.

Untuk mengubah Honda Mega Pronya, Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) mencontoh ide dari Honda CBR1000, Sedang Wardoyo dengan Billy Custom terinspirasi Suzuki B-King untuk menyulap Honda Tiger hijaunya.

Selain sama-sama mengkonsep model bungkuk, ternyata Wardoyo dan Wanto punya kesehatian dalam penggunaan bahan material, yakni pelat galvanis sebagai bahan bodi. Menurut Wanto, buayanya lebih murah dibandingkan dengan fiberglass.

Masih ada lagi. Kesamaan mereka tampak pada ubahan monosok yang sama-sama pakai Suzuki Satria 120. Dilanjutkan lagi dengan lampu depan, meski materialnya beda namun desain covernya bagaikan anak kembar. Bila Wardoyo lebih memilih lampu Supra, Wanto menjatuhkan pilihannya pada Vario.

Untuk urusan kaki-kaki, kali ini keduanya beda selera. Wardoyo kepincut dengan Sprint, sementara Wanto jatuh cinta sama Storm.(Andika, Nurfil)

DATA MODIFIKASI
HONDA TIGER 2000 1998
Ban depan : Swallow 110/70-18
Ban belakang : Swallow 130/70-18
Knalpot : Custom
Lampu depan : Honda Supra
Lampu belakang : Suzuki Spin 125
Rem belakang : Suzuki Satrai 120

HONDA MEGA PRO 2002
Ban depan : Blackstone 100/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Lampu depan : Vario
Lampu belakang : Honda Grand
Knalpot : Handmade
kompas.com
Read More → Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro

Honda Bulldog yang Bercula

Anjing jenis bulldog kalau dilihat dari depan tampangnya jelek banget, tetapi terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah, telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas bulldog.


Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. "Bertema bulldog dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang," jelas Agus. Boleh jadi, karyanya itu sebagai virus baru di 2009.

Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool, yang sudah ngelotok di soal permak bodi dengan bahan fiberglass. Hebatnya, karyanya itu gabungan bulldog dengan streetfighter West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta shroud yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.

Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangan tangan pada kuda rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.

Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru, dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah handling-nya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.

Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tetapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, bulldog GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang. * (Andika)
kompas.com
Read More → Honda Bulldog yang Bercula

Edan! Motor Lawas jadi Sangar

KOMPAS.com - Kebayang enggak, seperti apa jadinya bila dua model motor dari Italia, Cagiva V-Reptor 1.000 cc dipadu dengan Aprilia RSV4. Itu, lo besutan pebalap Max Biaggi di arena kejuaraan dunia balap superbike (WSBK). Hasilnya, seperti yang Anda lihat ini.


Abdul Aziz dari Magetan patut diacungi jempol. Bayangkan, Honda GL 100 yang sudah berusia seperempat abad ini, hidup kembali dengan wajah baru yang lebih gahar. Builder dari rumah modifikasi A1 Modified ini sangat berani karena hampir semua dari motor lawasnya dirombak abis.

Seperti bentuk depan, Aziz terinspirasi oleh Cagiva V-Reptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari model semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu dan tangki," bilang Aziz. Seluruh material untuk modif ini memakai pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Sadar penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. Makanya, di sini Aziz cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang cabutan dari Honda Supra-X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran makan akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," paparnya.

Selain depan, untuk meminimalis bobot, seluruh rangka diganti dengan menggunakan pipa tubular. Karena ingin mengejar tampilan, sebut Aziz. Seluruh rangka baru menggunakan pipa berdiameter 1 inci.

Bila bagian depan bernuansa sport, belakang lebih dahsyat lagi. Aziz meniru Aprilia RSV4. "Memang sport abis karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah itu. Karena modelnya sport, maka jok pun didesain single seater.

Seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi, kaki-kaki mulai dari swing-arm hingga upside down. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain. "Kebetulan saya sering membuat upside down dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," bangga Aziz.

Dalam membuat suspensi depan, Aziz masih menggunakan beberapa komponen standar. Sok asli dibubut dan dilanjut pakai sambungan baru. "Kemudian saya custom pakai sistem drat. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya. Sedang bagian luar sok dibungkus pakai pelat supaya tampak lebih kekar. (Nurfil)
Read More → Edan! Motor Lawas jadi Sangar

Minggu, 17 Mei 2009

:. Pelayanan 3S Molor Langsung Bayar!

Ayo! Saatnya pelayanan sales, service, dan spare-parts mesti tepat janji. Seandainya lewat dari waktu yang ditentukan, konsumen mesti diganjar hadiah. Jangan mau konsumen dibiarkan nunggu saat servis, unit yang sudah dipesan, dan komponen yang mau dibeli tanpa waktu yang ditentukan. Janji adalah hutang. Karenanya, ya mesti dibayar.


Silakan intip, kalau perlu jadikan contoh, program layanan WAH dari dealer dan bengkel Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer Honda Jakarta-Tangerang “Kami coba untuk bikin konsumen punya kepastian. Setelah disurvey ada pelayanan yang mesti punya tenggat waktu jelas,” beber Lutfi Hernowo, Manager Customer Care Dept. Head, WMS, Jakarta.

Pelayanan servis ringan yang paling jelas. Ada satu bike lift alias pit yang di pasang time board digital. Jam digital akan menghitung mundur saat motor sudah dinaikan di bike lift. Waktu servis ringan maksimal 35 menit. Lebih dari itu konsumen dikasih oli gratis. “Tahap awal 1 bike lift dulu yang ada jam digitalnya. Ini hanya untuk melayani murni servis ringan. Ke depannya akan kita lengkapi semua,” ungkap Lutfi yang berkantor di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.
Mau voucher Rp 25.000? Di bawah ini bentuk pelayanan AHASS dan dealer WMS seandainya molor dari janji yang sudah ditentukan dan konsumen berhak dapat voucher.

Pertama, pemesanan komponen. Komponen lokal Honda Genuine Part (HGP) dijanjikan maksimal 6 hari kerja (Senin-Jumat) dan 14 hari kerja sampai di tangan konsumen. Lebih dari itu silakan minta vouncher Rp 25 ribu. Hal yang sama untuk pembelian 20 jenis komponen yang pasti ada di divisi komponen AHASS WMS. Seandainya pas beli part yang masuk daftar 20 item HGP yang dicantumkan enggak tersedia, sampeyan berhak atas voucher Rp 25 ribu.

Kedua, bantuan pertolongan darurat yang disebut Honda Emergency Layanan Pelanggan (HELP). Di jalan pas motor mogok, terus telepon ke layanan HELP. Kalau enggak datang dalam waktu 45 menit setelah ditelepon, brother juga bisa dapat voucher.

Ketiga, ketepatan waktu pengantaran unit sampai tiba di rumah. Seandainya enggak kontak atau telepon pihak dealer sebelum jam yang sudah ditentukan, konsumen berhak dapat voucher Rp 25 ribu.

Keempat, kepastian inden unit yang sudah dipesan oleh konsumen. Seandainya urutan inden berubah dari pendaftaran awal, sobat wajib minta voucher Rp 25 ribu. “Voucher hanya bisa ditukarnya di jaringan Wahana. Silakan mau buat beli dipakau buat beli kompnen atau buat bayar servis,” tutup Lutfi.

Kelima, ini menyangkut ketepatan waktu STNK dan BPKB bisa diterima konsumen. Voucher Rp 25 ribu silakan diminta kalau enggak sesuai janji yang sudah ditentukan dealer WMS. STNK harus sampai ke tangan konsumen 7 hari kerja dan BPKB 60 hari kerja. Lebih dari itu, artinya molor.

Keenam, harga pasti sesuai on the road yang sudah ditentukan. Jangan mau ngasih tambahan atau diminta tambahan untuk biaya yang enggak jelas. Biasanya, kan ada aja yang mau ambil keuntungan kalau ada tipe yang sedang ramai diminati. "Kalau ada bukti pihak kami yang minta harga khusus lebih tinggi, silakan adukan dan juga berhak dapat voucher," jelas Lutfi yang doyan naik sepeda.

Paling penting konsumen bisa dapat sovenir untuk pelayanan petugas dealer WMS. Waktu konsumen datang ke dealer WMS berhak dapat keramahan, salam, sampai penjelasan produk yang ditanyakan konsumen. Seandainya pihak dealer judes, jutek, alias enggak ramah, dan ogah menjelaskan produk yang ditanyakan, konsumen berhak mengaduKonsumen kannya ke layanan jual dan mendapatkan sovenir. "Sovenirnya bergantung kemampuan tiap dealer karena ini menyangkut budget," kata Lutfi.

Kalau begitu, enggak ada salahnya bentuk pelayanan WAH dijadikan ukuran. Silakan naik harga motor, servis, ataupun komponen, tapi konsumen akan terobati kalau ada peningkatan pelayanan. Pelayanan yang tahu akan kebutuhan dasar konsumen, yakni mesti jelas dan sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Penulis/Foto : Niko/Bela
Sumber: Motorplus online
Read More → :. Pelayanan 3S Molor Langsung Bayar!

Jumat, 15 Mei 2009

Yamaha Nouvo X-Treme Dikira Contek Dodge Tomahawk

KOMPAS.com — Namanya juga kontes, tentu yang diutamakan adalah kreasi dan ide liar. Ya, persyaratan ini diperlihatkan Antonius Chandra pada motornya, Yamaha Nouvo 2007 ketika mengikuti lomba modifikasi MOTOR PLUS Skubek Contezt di acara Otobursa 2009 di Senayan, Jakarta, 2-3 Mei lalu. Hasilnya, karyanya dinobatkan sebagai jawara kelas ekstrem.


Kalau ditanya kesempurnaannya, kreasi Antonius ini memang belum 100 persen. Ada penonton bule yang mengira motor ini menganut konsep motor 10 silinder, Baby Dogde Tomahawk yang diperkenalkan pada 2003. Namun, Antonius membantah keras dan menegaskan bahwa ini murni coretan tangannya.

Hasilnya, mulai dari kaki-kaki hingga bodi mampu menyihir animo penonton. Termasuk kedua roda yang memakai telapak 10 inci depan dan belakang bisa dianggap yang istimewa. "Bibirnya juga sangat celong dan modelnya murni desain sendiri," sebut Antonius yang juragan Ton's Chrome ini.

Yang menarik lagi, lirik bagian depan, desainnya tergolong unik. Ada lengan ayun yang menggunakan pipa besi dengan ketebalan 10 mm dan diberi lubang-lubang agar tampak sangar. Untuk shock, "Tabungnya pakai punya Yamaha Force 1 dan per custom sendiri," bangga pria asal Palembang, Sumsel, ini. Untuk per menggunakan model spiral 8 mm yang proses penuntasannya dilapis kemilau krom.

Dari kaki-kaki beralih ke bodi. Jika dilihat dari dimensi, jelas posisi mesin pasti mundur. Namun yang menarik, kerangka asli disingkirkan, hanya komstir dan underbone yang dipakai. "Total mundur 30 cm, 10 cm di depan dan 20 cm di belakang mesin," bocor Anton. Lalu, bagian atas rangka dibuat ulang dari pipa berdiameter 25 mm dengan ketebalan 3 mm.

Tampilan bodi yang gambot dikarenakan mengikuti kedua roda. Namun, justru dengan bentuk menggelembung itu, motor bisa terpasangi tangki bensin Harley. Desain lampu model 4 buah memperkuat tampilan ekstrem Yamaha Nouvo karya brilian dari Antonius.

Pantaslah, kalau dia jawaranya. (Nurfil)
Read More → Yamaha Nouvo X-Treme Dikira Contek Dodge Tomahawk

Toyota Avanza, Mobil Terlaris Januari-April 2009


JAKARTA, KOMPAS.com — Pada periode empat bulan pertama 2009, mobil terlaris di Indonesia masih dipegang oleh Toyota Avanza. Dari data terakhir yang dikirimkan ATPM anggota Gaikindo kepada Kompas.com, dengan total whole sale, atau dari ATPM ke dealer, mencapai 134.884 unit (lebih rendah dari retail: 137.436 unit), Avanza telah membukukan penjualan 28.879 unit (21,4 persen). Berarti, dari 5 mobil yang terjual, satu adalah Avanza.

Dari empat varian yang ditawarkan ke konsumen, yang paling laku adalah Avanza 1,3 transmisi manual. Varian ini menikmati porsi 79 persen dari seluruh penjualan Avanza.

Harga Avanza 1,3 liter transmisi manual saat ini, untuk standar, Rp 132.100.000 dan yang lebih tinggi Rp 145.450.000.

Daihatsu Xenia
Mobil terlaris kedua adalah saudara kembar Avanza, yaitu Daihatsu Xenia. Penjualannya mencapai 13.238 unit atau 9,8 persen. Untuk Xenia dengan tiga varian, yang terbanyak adalah LI bermesin 1,0 liter, transmisi manual, dengan penjualan 6.788 atau 51 persen dari seluruh penjualan Xenia.

Peminat Xenia 1,3 cukup berimbang dengan 1,0 liter karena keduanya menikmati pangsa pasar hampir berimbang, yaitu 51 dan 45 persen.

Daihatsu menawarkan Xenia dengan varian cukup banyak. Untuk mesin 1,0 liter, harga terakhirnya, mulai dari Rp 119.000.000 sampai Rp 130.450.000. Adapun versi 1,5 liter, dari Rp 127.200.000 sampai Rp 138.800.000

Kalau kedua saudara kembar ini digabungkan, total penjualannya 42.707 unit atau 31,6 persen dari semua mobil yang dijual di Indonesia. Bisa dikatakan, dari tiga mobil yang terjual di Indonesia, salah satu adalah Avanza atau Xenia.

Kijang Innova
Kalau tahun lalu Innova masih sebagai mobil terlaris kedua, tahun kini tergeser ke peringkat ketiga. Penyebabnya, Innova bertransformasi menjadi kendaraan keluarga kelas menengah atau sudah mapan. Harganya pun makin jauh dari jangkauan kebanyakan konsumen Indonesia.

Pada periode Januari–April 2009, Innova meraih penjualan 9.228 unit. Varian yang paling banyak terjual adalah G bensin 2,0 liter dengan transmisi manual. Varian ini menikmati pangsa 42 persen. Berikutnya diikuti Innova diesel transmisi manual, 13 persen; dan Innova E transmisi manual 12 persen. Sisanya, di bawah 10 persen.

Harga Innova G bensin manual saat ini dijual dari Rp 225.800.000 sampai Rp 228.100.000, sedangkan diesel Rp 240.800.000 sampai Rp 241.600.000.

Mitsubishi Colt Diesel
Penjualan keempat terbanyak justru dicapai oleh kendaraan komersial. Untuk ini diraih oleh produk Mitsubishi, yaitu truk ringan yang dikenal dengan Colt Diesel atau Canter. Penjualan truk ini mencapai 8.650 unit. Prestasi ini sekaligus menyatakan, untuk truk, Mitsubishi mantap menguasai pasar Indonesia.

Honda Jazz
Posisi kelima diraih oleh Honda Jazz dengan penjualan mencapai 4.996 unit. Cukup menarik, untuk Honda Jazz, yang paling banyak diserap pasar adalah tipe paling top, yaitu RS dengan transmisi otomatik. Sekarang ini harga Jazz versi tadi adalah Rp 221.500.000.

Varian ini menikmati 47 persen pangsa pasar Jazz. Adapun varian kedua juga dengan transmisi otomatik, yaitu Jazz standar dengan pangsa 21 persen. Sisanya, dua varian lain berbagi 16 persen.

Suzuki APV
Posisi keenam diraih Suzuki APV yang mencapai penjualan 4.066 unit. Penjualan terbanyak diraih oleh varian GX dengan transmisi manual yang mencapai 41 persen, 1.676 unit. Di segmen transmisi otomatik, APV masih sangat kecil. Totalnya hanya 4 persen, masing-masing GX dan SGX.

Porsi lain adalah APV GL, dengan penjualan 1.043 unit atau 26 persen dengan harga terakhir (mulai satu Mei) Rp 142.000.000, sedangkan APV GX sekarang ini dijual Rp 154.000.000.
Read More → Toyota Avanza, Mobil Terlaris Januari-April 2009

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

About Me

Foto saya
Festival motor mekanik: Nanang Hary Wawan Sarwanto Anang Nur Henry Festival Motor merupakan Bengekel AHASS Resmi, dan beroperasi di perum 2, karawaci, Tangerang. Terpilih sebagai bengkel teramai se-kabupaten Tangerang.

Followers