Selasa, 26 Mei 2009

Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro


Wardoyo dan Suswanto ini, saudara bukan dan tinggalnya pun berjauhan. Satu di kotif Depok dan satunya lagi di Purwokerto, Jateng. Namun keduanya melakukan kontak batin melalui modifikasi pada motor mereka yang sama-sama Honda. Keduanya mengusung rancangan model bungkuk dan material yang dipakai pun ada yang sama pula.

Untuk mengubah Honda Mega Pronya, Wardoyo dari Dave Motor Concept (DMC) mencontoh ide dari Honda CBR1000, Sedang Wardoyo dengan Billy Custom terinspirasi Suzuki B-King untuk menyulap Honda Tiger hijaunya.

Selain sama-sama mengkonsep model bungkuk, ternyata Wardoyo dan Wanto punya kesehatian dalam penggunaan bahan material, yakni pelat galvanis sebagai bahan bodi. Menurut Wanto, buayanya lebih murah dibandingkan dengan fiberglass.

Masih ada lagi. Kesamaan mereka tampak pada ubahan monosok yang sama-sama pakai Suzuki Satria 120. Dilanjutkan lagi dengan lampu depan, meski materialnya beda namun desain covernya bagaikan anak kembar. Bila Wardoyo lebih memilih lampu Supra, Wanto menjatuhkan pilihannya pada Vario.

Untuk urusan kaki-kaki, kali ini keduanya beda selera. Wardoyo kepincut dengan Sprint, sementara Wanto jatuh cinta sama Storm.(Andika, Nurfil)

DATA MODIFIKASI
HONDA TIGER 2000 1998
Ban depan : Swallow 110/70-18
Ban belakang : Swallow 130/70-18
Knalpot : Custom
Lampu depan : Honda Supra
Lampu belakang : Suzuki Spin 125
Rem belakang : Suzuki Satrai 120

HONDA MEGA PRO 2002
Ban depan : Blackstone 100/80-17
Ban belakang : Swallow 130/70-17
Lampu depan : Vario
Lampu belakang : Honda Grand
Knalpot : Handmade
kompas.com
Read More → Kontak Batin lewat Honda Tiger dan Mega Pro

Honda Tiger Berubah Wajah Jadi Streetfighter R6


Setelah setahun vakum, Rexindo Auto Custom (RAC) muncul kembali di belantika modifikasi sepeda motor. Rumah modifikasi dari Yogyakarta ini menunjukkan karyanya melalui Honda Tiger milik Arfan dari Brebes (Jateng) yang diubah menjadi model streetfighter ala Yamaha R6.

Di sini penggawang RAC Rizal ingin mempertontonkan kesempurnaan detail dan finishing. Namun, ciri khas RAC yang telah dikenal banyak orang, pemakaian barang custom, menurut Rizal yang sarjana Teknik Mesin ini tetap dipertahankan.

Selama ini, setiap memodifikasi RAC, ia acap menggunakan pelat galvanis. Pada Honda Tiger ini pun, kata Rizal, masih kentara, seperti pada tangki, lengan ayun (swing arm), sepatbor, dan fairing.

Untuk lengan ayun memang memakai besi pelat sebagai bahan utama dan diperkokoh lagi dengan balutan pelat galvanis. Untuk rumah lampu depan dan belakang dibikin dari bahan fiberglass. Namun, khusus yang belakang, bahannya khusus, yakni fiber cair merah.

"Dengan bahan cairan ini akan mudah mencetak sesuai yang diinginkan. Selain itu, juga aman bagi kesehatan dibandingkan dengan fiber biasa," jelas pemodifikasi yang beralamat di Jl Wahid Hashim No 212, Depok, Sleman, Yogyakarta ini.

Lampu sein dicomot dari Honda Supra X 125. Rizal sengaja menggunakan produk lokal agar, jika pecah, mudah menggantikannya. Tampilan motor tambah gahar dengan pemakaian knalpot Yoshimura dipadu rem cakram ganda di depan, menguatkan kesan streetfighter sejati. * (Ry@n)
kompas.com
Read More → Honda Tiger Berubah Wajah Jadi Streetfighter R6

Honda Bulldog yang Bercula

Anjing jenis bulldog kalau dilihat dari depan tampangnya jelek banget, tetapi terkesan galak. Nah, Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design Purwokerto, Jawa Tengah, telah memodifikasi Honda GL Pro 1997 berparas bulldog.


Kebayang dong kalau ditatap dari depan sampai ke samping kesangarannya. "Bertema bulldog dengan ciri penuh di depan dan minimalis di belakang," jelas Agus. Boleh jadi, karyanya itu sebagai virus baru di 2009.

Perombakan GL Pro dilakukan oleh kru XK Bike Design, Wawang Cool, yang sudah ngelotok di soal permak bodi dengan bahan fiberglass. Hebatnya, karyanya itu gabungan bulldog dengan streetfighter West Jateng Style (WJS). Di sini ditonjolkan bentuk dan guratan runcing sebagai tekstur kontur. Ciri utamanya, tegas Wawang, kontur menyiku dan cenderung lancip serta shroud yang penuh menutupi bodi hingga ke arah depan.

Ciri kental WJS berupa tangki kecil masih kuat menempel di GL Pro. Menariknya, desain penyimpan bahan bakar ini unik, yakni ada cula seperti pada badak. Lebih spesifiknya, seperti pegangan tangan pada kuda rodeo. Pada tangki itu bukan sekadar variasi, fungsinya sebagai corong filter.

Apa tidak mengganggu saat berkendara. Justru, dengan memakai setang model lurus yang panjang hanya 80 cm, lebih mudah handling-nya. Materialnya menggunakan Indonesian Steel Tube Work.

Kreasi menarik lainnya, coba lirik lampu belakangnya. Dengan buntut yang pendek menjadi manis dipakai lampu dari Honda CS-1 yang cocok dan pas. Bukan sekadar pemanis saja, tetapi tetap fungsional dan punya estetika. Sayangnya, bulldog GL Pro ini berubah sifat menjadi egois, tanpa bisa membawa penumpang. * (Andika)
kompas.com
Read More → Honda Bulldog yang Bercula

Edan! Motor Lawas jadi Sangar

KOMPAS.com - Kebayang enggak, seperti apa jadinya bila dua model motor dari Italia, Cagiva V-Reptor 1.000 cc dipadu dengan Aprilia RSV4. Itu, lo besutan pebalap Max Biaggi di arena kejuaraan dunia balap superbike (WSBK). Hasilnya, seperti yang Anda lihat ini.


Abdul Aziz dari Magetan patut diacungi jempol. Bayangkan, Honda GL 100 yang sudah berusia seperempat abad ini, hidup kembali dengan wajah baru yang lebih gahar. Builder dari rumah modifikasi A1 Modified ini sangat berani karena hampir semua dari motor lawasnya dirombak abis.

Seperti bentuk depan, Aziz terinspirasi oleh Cagiva V-Reptor 1.000 cc. "Tandanya bisa dilihat dari model semacam tanduk di bagian depan antara batok lampu dan tangki," bilang Aziz. Seluruh material untuk modif ini memakai pelat galvanis setebal 0,9 mm.

Sadar penggunaan pelat yang cukup tebal pastinya berimbas pada bobot motor secara keseluruhan. Makanya, di sini Aziz cukup jeli memadukan ubahan di bagian depan. Dimensi pelat besinya disesuaikan dengan pilihan batok lampu yang cabutan dari Honda Supra-X 125. "Harus hati-hati membuatnya sebab kalau kebesaran makan akan jelek. Makanya ukuran batok lampu itu salah satu acuan," paparnya.

Selain depan, untuk meminimalis bobot, seluruh rangka diganti dengan menggunakan pipa tubular. Karena ingin mengejar tampilan, sebut Aziz. Seluruh rangka baru menggunakan pipa berdiameter 1 inci.

Bila bagian depan bernuansa sport, belakang lebih dahsyat lagi. Aziz meniru Aprilia RSV4. "Memang sport abis karena runcing dan nungging," kekeh pria ramah itu. Karena modelnya sport, maka jok pun didesain single seater.

Seluruh bagian motor ini full custom. Enggak hanya sekadar bodi, kaki-kaki mulai dari swing-arm hingga upside down. Inilah bagian yang jarang dilakukan builder lain. "Kebetulan saya sering membuat upside down dan sekarang banyak terima order dari luar Jawa," bangga Aziz.

Dalam membuat suspensi depan, Aziz masih menggunakan beberapa komponen standar. Sok asli dibubut dan dilanjut pakai sambungan baru. "Kemudian saya custom pakai sistem drat. Di dalamnya ada 3 komponen terpisah," tambahnya. Sedang bagian luar sok dibungkus pakai pelat supaya tampak lebih kekar. (Nurfil)
Read More → Edan! Motor Lawas jadi Sangar

Minggu, 17 Mei 2009

:. Pelayanan 3S Molor Langsung Bayar!

Ayo! Saatnya pelayanan sales, service, dan spare-parts mesti tepat janji. Seandainya lewat dari waktu yang ditentukan, konsumen mesti diganjar hadiah. Jangan mau konsumen dibiarkan nunggu saat servis, unit yang sudah dipesan, dan komponen yang mau dibeli tanpa waktu yang ditentukan. Janji adalah hutang. Karenanya, ya mesti dibayar.


Silakan intip, kalau perlu jadikan contoh, program layanan WAH dari dealer dan bengkel Wahana Makmur Sejati (WMS), main dealer Honda Jakarta-Tangerang “Kami coba untuk bikin konsumen punya kepastian. Setelah disurvey ada pelayanan yang mesti punya tenggat waktu jelas,” beber Lutfi Hernowo, Manager Customer Care Dept. Head, WMS, Jakarta.

Pelayanan servis ringan yang paling jelas. Ada satu bike lift alias pit yang di pasang time board digital. Jam digital akan menghitung mundur saat motor sudah dinaikan di bike lift. Waktu servis ringan maksimal 35 menit. Lebih dari itu konsumen dikasih oli gratis. “Tahap awal 1 bike lift dulu yang ada jam digitalnya. Ini hanya untuk melayani murni servis ringan. Ke depannya akan kita lengkapi semua,” ungkap Lutfi yang berkantor di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat.
Mau voucher Rp 25.000? Di bawah ini bentuk pelayanan AHASS dan dealer WMS seandainya molor dari janji yang sudah ditentukan dan konsumen berhak dapat voucher.

Pertama, pemesanan komponen. Komponen lokal Honda Genuine Part (HGP) dijanjikan maksimal 6 hari kerja (Senin-Jumat) dan 14 hari kerja sampai di tangan konsumen. Lebih dari itu silakan minta vouncher Rp 25 ribu. Hal yang sama untuk pembelian 20 jenis komponen yang pasti ada di divisi komponen AHASS WMS. Seandainya pas beli part yang masuk daftar 20 item HGP yang dicantumkan enggak tersedia, sampeyan berhak atas voucher Rp 25 ribu.

Kedua, bantuan pertolongan darurat yang disebut Honda Emergency Layanan Pelanggan (HELP). Di jalan pas motor mogok, terus telepon ke layanan HELP. Kalau enggak datang dalam waktu 45 menit setelah ditelepon, brother juga bisa dapat voucher.

Ketiga, ketepatan waktu pengantaran unit sampai tiba di rumah. Seandainya enggak kontak atau telepon pihak dealer sebelum jam yang sudah ditentukan, konsumen berhak dapat voucher Rp 25 ribu.

Keempat, kepastian inden unit yang sudah dipesan oleh konsumen. Seandainya urutan inden berubah dari pendaftaran awal, sobat wajib minta voucher Rp 25 ribu. “Voucher hanya bisa ditukarnya di jaringan Wahana. Silakan mau buat beli dipakau buat beli kompnen atau buat bayar servis,” tutup Lutfi.

Kelima, ini menyangkut ketepatan waktu STNK dan BPKB bisa diterima konsumen. Voucher Rp 25 ribu silakan diminta kalau enggak sesuai janji yang sudah ditentukan dealer WMS. STNK harus sampai ke tangan konsumen 7 hari kerja dan BPKB 60 hari kerja. Lebih dari itu, artinya molor.

Keenam, harga pasti sesuai on the road yang sudah ditentukan. Jangan mau ngasih tambahan atau diminta tambahan untuk biaya yang enggak jelas. Biasanya, kan ada aja yang mau ambil keuntungan kalau ada tipe yang sedang ramai diminati. "Kalau ada bukti pihak kami yang minta harga khusus lebih tinggi, silakan adukan dan juga berhak dapat voucher," jelas Lutfi yang doyan naik sepeda.

Paling penting konsumen bisa dapat sovenir untuk pelayanan petugas dealer WMS. Waktu konsumen datang ke dealer WMS berhak dapat keramahan, salam, sampai penjelasan produk yang ditanyakan konsumen. Seandainya pihak dealer judes, jutek, alias enggak ramah, dan ogah menjelaskan produk yang ditanyakan, konsumen berhak mengaduKonsumen kannya ke layanan jual dan mendapatkan sovenir. "Sovenirnya bergantung kemampuan tiap dealer karena ini menyangkut budget," kata Lutfi.

Kalau begitu, enggak ada salahnya bentuk pelayanan WAH dijadikan ukuran. Silakan naik harga motor, servis, ataupun komponen, tapi konsumen akan terobati kalau ada peningkatan pelayanan. Pelayanan yang tahu akan kebutuhan dasar konsumen, yakni mesti jelas dan sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan sebelumnya.

Penulis/Foto : Niko/Bela
Sumber: Motorplus online
Read More → :. Pelayanan 3S Molor Langsung Bayar!

Jumat, 15 Mei 2009

Yamaha Nouvo X-Treme Dikira Contek Dodge Tomahawk

KOMPAS.com — Namanya juga kontes, tentu yang diutamakan adalah kreasi dan ide liar. Ya, persyaratan ini diperlihatkan Antonius Chandra pada motornya, Yamaha Nouvo 2007 ketika mengikuti lomba modifikasi MOTOR PLUS Skubek Contezt di acara Otobursa 2009 di Senayan, Jakarta, 2-3 Mei lalu. Hasilnya, karyanya dinobatkan sebagai jawara kelas ekstrem.


Kalau ditanya kesempurnaannya, kreasi Antonius ini memang belum 100 persen. Ada penonton bule yang mengira motor ini menganut konsep motor 10 silinder, Baby Dogde Tomahawk yang diperkenalkan pada 2003. Namun, Antonius membantah keras dan menegaskan bahwa ini murni coretan tangannya.

Hasilnya, mulai dari kaki-kaki hingga bodi mampu menyihir animo penonton. Termasuk kedua roda yang memakai telapak 10 inci depan dan belakang bisa dianggap yang istimewa. "Bibirnya juga sangat celong dan modelnya murni desain sendiri," sebut Antonius yang juragan Ton's Chrome ini.

Yang menarik lagi, lirik bagian depan, desainnya tergolong unik. Ada lengan ayun yang menggunakan pipa besi dengan ketebalan 10 mm dan diberi lubang-lubang agar tampak sangar. Untuk shock, "Tabungnya pakai punya Yamaha Force 1 dan per custom sendiri," bangga pria asal Palembang, Sumsel, ini. Untuk per menggunakan model spiral 8 mm yang proses penuntasannya dilapis kemilau krom.

Dari kaki-kaki beralih ke bodi. Jika dilihat dari dimensi, jelas posisi mesin pasti mundur. Namun yang menarik, kerangka asli disingkirkan, hanya komstir dan underbone yang dipakai. "Total mundur 30 cm, 10 cm di depan dan 20 cm di belakang mesin," bocor Anton. Lalu, bagian atas rangka dibuat ulang dari pipa berdiameter 25 mm dengan ketebalan 3 mm.

Tampilan bodi yang gambot dikarenakan mengikuti kedua roda. Namun, justru dengan bentuk menggelembung itu, motor bisa terpasangi tangki bensin Harley. Desain lampu model 4 buah memperkuat tampilan ekstrem Yamaha Nouvo karya brilian dari Antonius.

Pantaslah, kalau dia jawaranya. (Nurfil)
Read More → Yamaha Nouvo X-Treme Dikira Contek Dodge Tomahawk

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

About Me

Foto saya
Festival motor mekanik: Nanang Hary Wawan Sarwanto Anang Nur Henry Festival Motor merupakan Bengekel AHASS Resmi, dan beroperasi di perum 2, karawaci, Tangerang. Terpilih sebagai bengkel teramai se-kabupaten Tangerang.

Followers