Jumat, 10 Juli 2009

Aprilia RS250 Lahir dari Jepang


KOMPAS.com — Dari sisi tampilan, Anda pasti menyebutnya Aprilia RS250 karena ciri kental motor asal Italia itu, seperti model kerangka dan lampu depan, ada di kendaraan tersebut. Tapi, coba lirik sokbreker depannya, baru ngeh kalau basisnya dari motor lain.

Kesempurnaan yang layak diterima Rusdi karena ketelitian dan kesabarannya. Warga Depok itu enggak mau buru-buru memodifikasi motornya. Ia rela menunggu lebih dari satu tahun lantaran mengumpulkan bahan-bahannya. "Enggak mau setengah-setengah, biar hasilnya maksimal dan memuaskan," ujarnya.

Pengumpulan bahan dimulai dari bodi orisinal. Pertama dapat fairing lengkap dengan lampu dan pembungkus tangki yang diburunya selama tiga bulan. Katanya, kurang puas jika dibikin dari pelat atau fiber.

Setelah itu, bagian kaki-kaki. Justru, kompartemen ini diraih tanpa susah payah. Semula, shock depan ingin pakai model upside down dan lengan ayun dari motor sejenis. "Eh, malah datang tawaran satu set rangka Aprilia 250," bangganya. Rencana pakai kerangka asli bawaan motor jadi pupus dan sasis Aprilia RS250 ditempeli mesin. Keuntungannya, mengurangi bobot kendaraan karena terbuat dari aluminium.

Hampir tidak ada rangka asli yang terpakai. Kecuali, down tube yang terletak di bawah sasis utama sebagai pengikat mesin bagian depan. Bagian itu masih dipakai. Namun, karena bahan besi tak bisa disambung dengan aluminium (kerangka), maka down tube dibaut ke bagian bawah rangka komstir Aprilia.

Untuk urusan shock, Rusdi enggak ingin pakai limbah Aprilia. Gantinya, ia memakaikan kaki-kaki limbah moge 400 cc, seperti Suzuki GSX400. Sementara itu, lengan ayun diadopsi dari Honda Fire Blade. Pengubahan bergaya Aprilia RS250 ini, oleh Rusdi, dipercayakan pada Dave Motor Concept.

Anda pasti bingung, apa asli motor ini? Jawabnya, Honda MegaPro 2001. (Belo)
Read More → Aprilia RS250 Lahir dari Jepang

Statistik blog ini

free counters



Read More → Statistik blog ini

Pahami Arti Kode Pada Ban Mobil


"Pakai ban ukuran berapa?," tanya penjaga toko ban. "15 dan lebar 195," jawab pemilik kendaraan. Hanya dua kode itu, barangkali yang dipahami atau diketahui umumnya pemilik kendaraan. Bahkan, jangan-jangan, angka 195 yang disebut tadi, meski tahu kalau yang dimaksud lebar, tapi tidak tahu yang sisi mananya.

Padahal, di sisi pinggir bagian luar ban tertera angka dan huruf yang semuanya punya arti. Mulai dari tahun produksi, jenis sampai anjuran batas kecepatan maksimum. Di sini, ada tiga unsur yang harus diketahui calon pembeli ban.

1. Ukuran ban
Bila Anda perhatikan, di sisi luar ban tertera kode 205/55R16 95H. Semuanya itu mempunyai penerjemahan sebagai berikut;

A. "205" menunjukkan lebar telapak ban dengan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar angkanya, kian lebar telapaknya.

B."55" menandakan tinggi ban dalam satuan persen dari telapak ban. Gampangnya, tinggi yang dimaksud bisa Anda cermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.

C. "R" menunjukkan konstruksi ban ini radial.

D. "16" merupakan diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 16 inci.

E. "95" mewakili beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 690 kg. Semakin besar, beban maksimumnya bertambah pula. Begitu sebaliknya.

F. "H" melambangkan batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.

2. Usia ban
Seeperti halnya makanan, ban juga mempunyai waktu kadaluarsa. Umumnya, 3 tahun dari tanggal produksi atau menempuh jarak 60.000 km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1608, berarti diproduksi minggu ke-16 tahun 2008.

3. Treadwear Indicator
Tanda ini merupakan ciri fisik yang terletak persis di kedua sisi bunga ban. Diperkuat lagi dengan garis tebal yang membentang di antara kedua tanda yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Jika ketebalan ban terutama pada grove sudah menyentuh garis tersebut, menandakan harus sudah diganti. Bahanya, saat hujan, cepat menimbulkan gejalan aquaplaning (mengambang). (Tim Autobild)


KODE KECEPATAN BAN
kode Kec. maks (km/jam)
P 150
Q 160
R 170
S 180
T 190
H 210
V 240
W 270
Y >300

LOAD CAPACITY
Kode Beban Maksimum (kg)
62 265
63 272
64 280
66 300
68 315
70 335
73 365
75 387
80 - 89 450 - 580
90 - 100 600 - 800
Kompas.com
Read More → Pahami Arti Kode Pada Ban Mobil

Ban Battlax Akan Diproduksi di Indonesia?


JAKARTA, KOMPAS.com — Para biker, bersiaplah untuk bisa membeli ban motor dari Bridgestone. Konon, produsen ban asal Jepang itu berencana akan memproduksi ban Battlax di Indonesia. Setelah ditelisik Kompas.com, tampaknya hal itu tidak dalam waktu dekat ini.

Tony Tanduk, selaku Direktur Industri Kimia Hilir Departemen Perindustrian (Depperin), membocorkan informasi ke Kompas.com. Menurutnya, di negara asalnya, Bridgestone telah mengakuisi secara signifikan saham produsen ban motor ternama IRC.

"Mereka mungkin telah mengakuisisi 30 persen lebih, cukup signifikanlah. Nah, ini juga yang membuat produsen ban nasional Gajah Tunggal (PT Gajah Tunggal tbk) ketar-ketir karena selama ini mereka bekerja sama dengan IRC memproduksi ban motor untuk pasar nasional," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Jumat (10/7).

Seperti diketahui, Battlax merupakan salah satu produk ban motor yang masih diimpor dari Jepang oleh importir umum. Kondisi ini membuat produk ini memiliki harga jual yang berada jauh di atas rata-rata ban produksi nasional.

Tony melanjutkan, dengan penguasaan saham yang signifikan terhadap IRC, tidak menutup kemungkinan nantinya hal itu bisa mempengaruhi produksi di Indonesia. Atau, jelasnya, mungkin juga mereka akan membangun pabrik ban motor.

"Kemungkinan-kemungkinan itu tetap terbuka, tapi tidak dalam waktu dekat. Sampai sekarang, saya belum mendengar ada rencana investasi pabrik ban motor di Indonesia oleh Bridgestone," ujarnya.
Read More → Ban Battlax Akan Diproduksi di Indonesia?

Kamis, 09 Juli 2009

Pasar Motor 2009 Tembus 5 Juta Unit

JAKARTA, KOMPAS.com- Sama seperti terjadi pada bisnis otomotif, ketika krisis ekonomi datang, pasar diprediksi anjlok sekitar 30 persen. Begitu juga dengan roda dua, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan sampai akhir 2009, total market yang dicapai berkurang 30 persen dari realisasi 2008 sebanyak 6,2 juta unit.

Di luar dugaan, setelah berjalan 6 bulan, pasar kendaraan roda dua tampaknya bisa mencapai angka tertinggi sekitar 5 juta unit. Lebih tinggi sekitar 12% dari prediksi di awal tahun ini yang dipatok 4,4 juta oleh AISI.

Hal ini diakui Gunadi Sindhuwinata selaku Ketua Umum AISI bahwa kemerosotan pasar diperkirakan sebesar 19 persen sampai akhir tahun 2009. “Semula kami kira pasar akan terkoreksi 30% jadi 4,4 juta unit, namun nyatanya ada banyak sentimen positif pada semester kedua seperti
pemangkasan bunga kredit,” terangnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/7).

Membaiknya pasar nasional roda dua, di antaranya adanya penurunan suku bunga kredit yang terpaksa dilakukan perusahaan pembiayaan (leasing). Langkah ini diharapkan mampu mengenjot penjualan motor pada semester kedua tahun ini. Kondisi ini, juga dinilai sebagai titik
balik pasar motor dari keterpurukan penjualan pada semester sebelumnya.

Seperti diketahui, perusahaan pembiayaan menurunkan bunga kredit sekitar 1,5-2 persen guna merespons penurunan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,75 persen dari 7 persen. Turunnya suku bunga pinjaman perbankan membuat biaya dana perusahaan leasing menurun, sehingga ada ruang untuk memangkas bunga kredit.

Mengacu data resmi AISI yang diterima KOMPAS.com, pasar motor pada Juni 2009 tercatat sebanyak 485.244 unit atau meningkat 6 persen dari Mei (457.650 unit). Secara total, sepanjang Januari hingga Juni 2009 pasar motor nasional telah mencapai 2.546.929 unit.
Read More → Pasar Motor 2009 Tembus 5 Juta Unit

Selasa, 16 Juni 2009

Honda Vario Bisa Joget dari Madiun


KOMPAS.com — Terobosan modifikasi motor 2009 lahir dari Madiun, Jawa Timur. Adalah Donny Dwi Budianto dari 73 Motor sang penggagas. Honda Vario 2007 miliknya bukan dirombak dengan memelarkan sumbu roda alias low rider dengan memakai velg mobil. Skubek Honda itu bisa berjoget alias bodinya naik-turun layaknya seperti yang banyak dilakukan pada modif mobil.

Depan monoshock
Memang, Donny menerapkan konsep MEFRIK alias Modern, Estetika, Fungsional, Rasional, Inovasi, dan Kreasi pada skubek berlambang sayap mengepaknya. Paling menonjol dan bisa dibilang terobosan modif 2009 yakni pemakaian suspensi udara (air-sus) yang membuat bodi bisa naik-turun seperti yang banyak diadopsi dalam modifikasi mobil di Tanah Air.

"Ini seperti tren big matic yang ada di Jepang," bilang Donny. Untuk bisa mengoperasikan air-sus, ia menggunakan kompresor bertekanan 550 psi. Untuk shockbreaker dipakai hidraulik berdiameter 4 cm yang biasa digunakan pada pintu mobil.

Karena funsgi shock hanya untuk naik-turun bodi, maka Donny menambah shock yang ditempatkan di bawah sadel menjorok ke depan dekat tameng. Fungsinya, selain mengatur compress dan rebound, juga untuk menstabilkan bodi. Untuk mengoperasikan air-sus, menggunakan dua tombol yang diletakkan pada stabilizer tengah.

Terobosan lain dari Donny, perhatikan shock depannya. Ia berani mengadopsi monoshock. "Karya sendiri menggunakan pipa dan modelnya seperti di Vespa," paparnya. Supaya kelihatan custom, bagian itu dibungkus fiber dan diberi krom.

Tak cuma itu. Coba tengok lampu-lampunya. Depan pakai mika lampu Honda Airblade dan punya kelebihan, bagian dalam di-custom pakai model proyektor dari lampu mobil. Sementara itu, lampu senja sudah mengaplikasi LED.

Adapun yang belakang hasil kreasi 73 Motor. Bentuknya runcing mengikuti garis buritan dengan lampu serba-LED. Ada lampu sein dan juga rem.

Luar biasa, ide cemerlang Donny. (Candra, Nurfil)



Read More → Honda Vario Bisa Joget dari Madiun

Labels

Blogumulus by Roy Tanck and Amanda Fazani

About Me

Foto saya
Festival motor mekanik: Nanang Hary Wawan Sarwanto Anang Nur Henry Festival Motor merupakan Bengekel AHASS Resmi, dan beroperasi di perum 2, karawaci, Tangerang. Terpilih sebagai bengkel teramai se-kabupaten Tangerang.

Followers